Perjalanan Menuju Bukit Moko, Cimenyan

Saya sendiri awalnya tahu mengenai Bukit Moko itu dari sebuah acara bernama “Jalan – Jalan Men”. Sebuah bukit yang cukup tinggi dengan ketinggian sekitar 1500 mdpl, dan kita bisa melihat kota bandung hampir seluruhnya dari bukit tersebut. Bukit Moko ini terdapat di Cimenyan. Bukit Moko sendiri merupakan tempat terakhir yang bisa digunakan untuk bersantai di kawasan tersebut setelah Dapur Cartil dan Deretan Warung yang ada di Cimenyan.

Untuk mencapai bukit tersebut, Anda harus masuk lewat jalan Padasuka. Di jalan Padasuka terdapat juga sebuah area wisata terkenal yaitu, Saung Angklung Udjo. Anda bisa berkunjung kesana juga jika ingin menikmati angklung dan kesenian lainnya yang disediakan oleh Saung Angklung Udjo. Kemudian telusuri jalan tersebut hingga menemukan Polsek Cimenyan di sekitar KM 4 ~ 5.

Setelah melewati Saung Angklung Udjo, Anda akan melewati Akademi Analis Kesahatan Bakti Asih. Setelah melewati tempat tersebut, Polsek Cimenyan ini adalah checkpoint yang harus dilewati, kemudian disusul dengan gerbang batas Kabupaten Bandung dan Kota Bandung. Andapun akan melewati sebuah villa yang menandakan bahwa Anda sudah berada di KM 8. Dari tempat tersebut Anda akan melihat sebuah tanjakan yang memiliki tikungan cukup tajam dan tidak ada pembatas, jadi mesti ekstra hati – hati ketika akan melewati jalan tersebut. Karena ketika kedua kalinya pergi kesana motor saya sempat mogok saat melewati tikungan dan harus mendorongnya sendiri.

20130813_125856

Photo2680

20130813_130244

Nah jika Anda tidak sempat ke atas atau kehabisan bensin, mungkin Anda bisa masuk ke Dapur Cartil. Tempat tersebut merupakan rumah makan yang memiliki suasana lesehan dan langsung dapat melihat Bandung juga tapi tidak setinggi yang di Bukit Moko. Pilihan menu pun cukup banyak, ada Masakan Sunda, Chinese, Nasi Goreng, Soto dan lainnya. Andapun dapat menikmati menu tersebut dengan rentang harga Rp. 5.000 ~ Rp. 50.000 . Tempat ini masih setengah jalan untuk menuju Bukit Moko. Dari Dapur Caril Anda bisa melihat tanjakan yang cukup curam juga, jadi harus ekstra berhati – hati lagi.

Di atas Dapur Cartil, tepatnya setelah melewati tanjakan dekat Dapur Cartil. Anda akan melewati deretan warung – warung lesehan yang bisa Anda kunjungi. Pilihan Menunya lebih murah daripada di Dapur Cartil mulai dari Rp. 3000 ~ Rp. 20.000 . Menu yang ditawarkan ada Mie Rebus, Kopi Panas, Susu Panas, Milo Panas, Energen dan jajanan murah lainnya. Ada juga jagung bakar yang bisa Anda pesan disekitaran warung tersebut.

IMG_5979
Ok, kita lanjut lagi yah perjalanan kita ke Bukit Moko. Dari deretan warung tersebut, telusuri lagi jalan utama menuju Bukit Moko. Anda akan melewati tiga gapura sebelum menuju Bukit Moko. Dan jalan menuju gapura ketiga masih diaspal dengan baik. Jadi perjalanan masih santai. Begitu tiba di gapura ketiga jalanan sudah berbatu.

IMG_5988

IMG_5990

Begitu melewati gapura ketiga, telusuri saja jalan utama hingga Anda akan berhadapan dengan dua ruas cabang jalan. Ruas sebelah kanan akan turun bukit dan berbelok, ruas satu lagi akan naik bukit. Nah pilihlah yang ruas naik bukit ini. Karena saya sendiri waktu pertama kali ke Bukit Moko sempat belok kanan dan untungnya ada petani yang bisa saya tanya mengenai keberadaan Bukit Moko. Kemudian kedua kalinya kesana, teman saya malah belok kanan dan akhirnya pergi jauh entah kemana. Menurut petani yang saya tanyakan waktu pertama kali ke Bukit Moko, ruas jalan kanan menurun tersebut akan menuju ke daerah Jatihandap. Nah jika sudah sampai cabang jalan tadi, ingat ambil ruas kiri yang menaik biar ga “nyasab” :D. Ketika naik ruas kiri pun Anda melihat ruas jalan lagi ke sebelah kiri. Ruas tersebut membawa Anda ke daerah Batu Lonceng yang bisa menuju Lembang dan Dago melewati hutan tersebut. Ditanjakan terakhir inilah Anda akan singgah di Bukit Moko. Baiknya penumpang di motor Anda lebih baik turun terlebih dahulu karena khawatir jatuh. Dan jika menggunakan mobil untuk menuju Bukit Moko, perlu ekstra hati – hati juga karena khawatir slip.

Sesampainya di Bukit Moko, Anda bisa menikmati beberapa fasilitas berikut :
– Lounge di Warung Daweung.
– Lapangan Api Unggun
– Pilihan Menu yang cukup beragam dan terjangkau
– Bangku untuk Ngadaweung
– Foto Prewedding

20130813_132148

IMG_5992

IMG_5995

IMG_6008

IMG_5996

20130813_133037

20130813_132932

Arti kata daweung pada Warung Daweung yang terdapat di Bukit Moko tersebut mempunyai arti menenangkan, berpikir, dan melamun. Memang kebanyakan orang yang sudah sampai di Bukit Moko, menggunakan waktunya untuk menenangkan pikiran karena jauh dari hiruk – pikuk. Derau angin serta nyamannya udara membuat pikiran lebih rileks dari kepekikan perkotaan. Dan tips terakhir jangan berlari saat melewati tanjakan menuju Bukit Moko. Karena Anda bisa kehabisan nafas :D.

Photo2673

IMG_5997

20130813_140236

20130813_134119

20130813_140155

Bagaimana ? indah sekali kan pemandangannya, dalam jarak sekitar 11 km dari padasuka dan ketinggian sekitar 1500 mdpl, Anda dapat relaksasi pikiran dan bisa menikmati indahnya kota Bandung dari Bukit Moko. Dan belum lagi setelah melihat kabar terbaru soal bukit moko dari blog orang lain, ternyata hutan yang ada di sebelah bukit Moko sudah dibuka untuk umum dengan nama Bukit Bintang. Jadi Anda dapat mencoba menelusuri sensasi hutan tanpa harus menelusuri alam liar terlebih dahulu :D.

Iklan

110 pemikiran pada “Perjalanan Menuju Bukit Moko, Cimenyan

  1. boleh tanya, kalau malibu ke bukit moko sebaiknya kami menginap di villa apa? yang dekat dengan bukit moko. soalnya kami berencana berlibur di bandung dan bukit moko menjadi salah satu incaran tempat jalan-jalan kami, terima kasih

    • Terima kasih telah mengunjungi tulisan saya :), setahu saya disana tidak ada villa kak. Paling tidur di hotel di daerah PHH Mustofa di sekitar Cicaheum. Karena disana cuma warung dan taman. Jadi sekitar tengah malam atau jam tiga kakak bisa siap – siap ke bukit moko untuk melihat lautan awan pada pukul 05.10 – 05.50an dan matahari terbit sekitar 06.40an – 07.40an. Kalau naik mobil ekstra hati – hati kak. karena cuma muat satu jalur untuk mobil. Idealnya menggunakan motor. Tapi kalau lihat di video Jalan – Jalan Men, pakai mobil juga bisa cuma perlu hati – hati aja :).

      Hati – hati di jalan :), semoga liburannya menyenangkan

    • Ada kang, ada ojek kalau nanti turun di saung angklung udjonya. Jadi pulangnya bisa sekalian latihan turun gunung. Jadi kalau pulang bisa jalan kaki dari moko ke cartil. Nanti di cartil naik lagi.

      ongkosnya lumayan kang, lebih baik bawa motor sendiri

      • dri tempat mobil ane ga kuat nanjak ampe ke bukit mokonya ane liat pke gps si masih 3km lgi om. klo mobil taro situ trus jalan kaki keatasnya yaa lumayan kaki pegel.

    • sbenernya ada sih yang pernah cuma entah bayar berapa, paling nanti bikin tendanya di bukit bintang yang sebelahan sama bukit moko nya. Karena disitu hutan, mungkin bisa bikin tenda.

  2. Ping balik: 7 Destinasi Menarik Di Kota Kembang, Bandung Yang Cocok Kamu Jadikan Lokasi Fotografimu | tekOOO

    • kalau dari kopo, silahkan teteh menuju kiaracondong, terus nanti belok ke jalan jakarta dan muter ke ahmad yani untuk menuju cicaheum. nanti kalau udah dicicaheum silahkan ke padasuka (saung angklung udjo), nanti kalau udah di jalan padasuka, silahkan menanjak sampai bukit moko

  3. mau tanya ka, kalo pake mobil ada tempat parkir gak ya soalnya lumayan serem juga innova takut ga kuat dan ruas jalan cuma bisa satu mobil. Dari saung udjo yang katanya ada parkiran itu masih jauh ke bukit?

    Terimakasih.

  4. Ping balik: BUKIT MOKO, CIMENYAN | infotravellingblog

    • kalau ngecamp belum pernah nyoba sih mas, cuma emang ada lapang di depan warungnya mungkin bayar lagi dengan harga diluar ketentuan opsional aja. Coba aja nanti tanya pemilik warungnya. Penitipan mobil mah ga jauh kok dari warung.

  5. Kang mau tanya dong.. Rencana kan mau ke bukit moko nih. Posisi saya di buah batu. Kepinginnya liat sunrise. Kira2 berangkat jam berapa ya baiknya biar kekejar liat sunrisenya? Rencana pake motor nih. Nuhun kang.

    • Tergantung darimana bang irvan tiba di Bandung, kalau dari terminal leuwi panjang atau stasiun hall bandung coba naik bus atau angkot yang menuju ke cicaheum. Nanti setibanya di terminal cicaheum bisa tanya arah ke jalan padasuka (Saung Angklung Udjo) ke sebelah mana. Nanti di setibanya di saung angklung, silahkan sewa tukang ojek buat naik keatas tapi nego dulu sih, ga semua tukang ojek mau, atau sewa motornya aja. Karena kalau ke moko emang enaknya naek motor, jalannya sempit 😀

  6. kang, boleh nnya kan ? rencana mau menjelajah kesna. dari subang deket lewat mana ya ? harus ngikut jalur bandung masuk ke padasuka juga kah ? maksiiih 😊

    • dari subang ke ledeng, dari ledeng ke cicaheum aja, entar di cicaheum masuk aja ke jalan padasuka :D, atau kalau mau kagok edan mah dari subang ke lembang nanti lewat batu lonceng tapi pakai motor trail 😀 hehehe

  7. mantap tulisannya kang…..jelas, padat dan informatif… beberapa travel ada yang punya program kesana…. jadi ter inspirasi untuk buat rute optional tour…tks

  8. gan mau tanya, rute dr jakarta ke kiaracondong jarang ya kereta nya? ada alternatif lain ga untuk stasiun nya?
    oh iya ane niat nya mau berangkat bareng temen cewek, mau liat sunrise, kira2 bahaya ga ya jalan jam 3 gitu? takut ada apa2 gan

    • Ada stasiun bandung bang, itu mah pasti ada aja jadwalnya. Kalau bahaya sih enggak kayaknya, palingan minta naik ojek dibawah aja jangan jalan kaki sepi juga jalannya kalau jam segitu. atau kalau mau leluasa nyewa motor aja.

      • yang pasti ke bandung dulu kang :D, terus ke terminal cicaheum aja, nanti disana bisa jalan kaki kok. Deket. Namanya jalan padasuka, dari jalan padasuka bisa naik ojek buat dianterin keatas.

      • Wah cocok kang :D, paling ada beberapa tanjakan yang harus diderek dulu. Bagusna sih perginya jam 4 atau jam 5 dari rumah, paling nyampai atas jam 1 atau 2an. Kalau udah biasa nanjak mah bentarlah

  9. mau tanya kang kalo kesana ada tiket masuknya ga ya? saya pake mobil nih terios kira-kira kalo kesana parkir mobilnya aman ga? kalo dateng malem atau subuh itu disana sepi atau ramai banyak orang, mau liat sunrise soalnya,makasih

    • Kalau terios kayaknya agak gede yah bisa aja mas, tapi harus hati – hati. Tiket terbaru sih udah lumayan harganya udah 20rbu keatas. Karena menurut kabar tempatnya udah diperbaharui jadi lebih bagus. Kalau subuh sih banyak petani mas ngambil hasil panen atau ke kebon biasanya. Kalau parkiran mah sih kayaknya ga diatas tapi disekitaran rumah warga.

  10. halo kang kalo dibukit moko katanya bisa camping gitu ya? soalnya mau nyobain camping gitu kang, bisa ga sih kang?aku baca komen2 di atas better naro mobil di hotel daerah sana ya drpd d rmh warga? nuhun kang, mohon balasannya. need holiday soalnya heheh

  11. Kang mau nanya donk.. kalau saya nginep di Ph mustofa dan bawa mobil menuju bukit moko dengan mobil lalu mobilnya titip di saung udjo bisa gak yach? karena koq kayanya ngeri ya bawa mobil ke atas.. and kalau jam 3an gtu udah ada ojek belum yach.. dan sebaiknya sewa langsung bolak balik atau sejalan?

  12. Gan nyasar ke jatihandap gapapa. Kalo udah masuk jalur jatihandap, terus aja ikutin jalur rame motor dan beraspal sampai ketemu Islamic Center. Panyandaan itu daerah banyak rumah murah buat yg gak kuat ongkos ke kota.

    Jarak keluar Jatihandap sama Padasuka itu hanya 500 meteran jalan suci/PHH Mustofa dan Ahmad Yani terminal Cicaheum. Cartil ini bisa diakses dari kedua jalan itu, berhubung emg paralel sih. Buat berpindah jatihandap-padasuka ada 4 jalan utama: jalan gede, sirnagalih (sayang pas msk jatihandap nanjaknya curam +pertigaan T+tembok rumah orang+pak ogah+jembatan), Pasirlayung, Sasak Batu. Ada bbrp gang motor di daerah jatihandap bawah/Cicaheum, salah satunya jalan belakang angklung Udjo, gang dekat tukang mie Seroja.

    Ane ada keluarga daerah situ, dan suka tuker-tuker keluar area Mandalajati dari Jatihandap atau Padasuka.

  13. Kang mau tanya, pacar pengen bgt liat city light dari bukit bintang, bawa mobil matic kuat gak ya kira-kira trus jam brp biar dapet sunset/city light? hehe nuhun kang.

  14. pertama kali kesana tahun 2014 mundur pake bebek shogun125 beban 78kg + 85kg. diasapi tukang ojek yg bonceng bertiga.
    pulang setelah isya sehabis hujan roda depan kepleset waktu turunan parkiran, akhirnya ban sedikit dikempesin. waktu itu masih pakai batu-batu. sekarang udah pake jalan cor jadi aman.
    jalan menuju pulang kabut tebal, jarak pandang 1 meter, stelan lampu depan terlalu keatas, plus mata silindris 2. akhirnya ditengah jalan nunggu motor yg rombongan. alhamdulilah selamat sampai tujuan. 😀

    • Ini track yang cocok buat para adventurer :D, kalau punya motor trail yang bagus bisa lanjutin ke jalur gunung Palasari. Itupun kalau diizinkan sama warga yang ada di bukit tunggul

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s