FOSS dalam Pengembangan Perangkat Lunak

Mengembangkan perangkan lunak kadang dianggap oleh orang yang belum mengetahui prosesnya harus serba cepat sesuai dengan deadline, jika perangkat lunak tersebut dibuat dari awal. Padahal kenyataannya tidak secepat itu. Pernah saya mengerjakan sebuah bagian kode tapi tanpa perencanaan yang baik. Dan hasilnya ketika di tengah jalan saya bingung harus membuat fitur apalagi. Tak jarang ketika mengerjakan tugas besar pun hanya mengerjakan beberapa hari sebelum deadline dan hasil yang didapat tidak memuaskan.

Akhirnya di tugas besar yang lain seperti sistem basis data dan metodologi berorientasi objek, saya dilatih di kuliah tersebut untuk merancang terlebih dahulu baru implementasi coding perangkat lunak yang akan dibangun. Saat di kuliah sistem basis data saya diharuskan untuk merancang Entity Relationship Diagram (ERD) terlebih dahulu, sedangkan di kuliah metodologi berorientasi objek saya diharuskan untuk merancang Unified Modelling Language (UML) setelah itu selesai dilanjutkan dengan merancang ERD. Waktu itu saya tidak pernah membuat rancangan user interface yang akhirnya suka bingung ketika mulai coding pada tampilan perangkat lunak.

Tapi berbeda ketika melalui Praktik Latihan Akademik (PLA), mentor saya  di tempat PLA memberikan waktu untuk merancang dari awal memetakan konsep, merancang ERD, merancang user interface, implementasi coding, dan memang ada sedikit kekeliruan karena saya membuat Data Flow Diagram (DFD) diakhir setelah aplikasi web yang saya bangun selesai dibangun. Dan tentunya di akhir PLA ada sesi testing. Saat itu digunakanlah metode blackbox, dan berbagai test case yang digunakan pun tak terduga dan akhirnya saya harus revisi :D.

Oke diatas adalah pengalaman saya, mungkin caranya kurang baik yah.  Saya ingin memberikan gambaran bagaimana langkah – langkah membangun sebuah perangkat lunak yang disimpulkan dari pengalaman – pengalaman saya yang pernah saya lalui. Dan opini ini hanya ditujukan kepada Anda yang baru memulai pengembangan perangkat lunak terutama atau bagi  yang sedang dalam mengerjakan tugas besar kuliah, karena  jika Anda seorang profesional biasanya sudah memiliki standard baku sendiri di tempat Anda bekerja. Mari kita simak.

Baca lebih lanjut

Iklan

Bahasa Pemrograman yang Dipelajari di Ilmu Komputer UPI

Cerita dimulai ketika saya masuk jurusan Ilmu Komputer, Universitas Pendidikan Indonesia. Saya masuk sebagai orang yang tidak tahu apa – apa mengenai dunia yang akan saya arungi untuk memahirkan diri di bidang Ilmu Komputer ini. Mendengar cerita dari teman seangkatan SMP yang sudah masuk di tahun 2008 (karena saya senCerita dimulai ketika saya masuk jurusan Ilmu Komputer, Universitas Pendidikan Indonesia. Saya masuk sebagai orang yang tidak tahu apa – apa mengenai dunia yang akadiri telat satu tahun dan masuk di angkatan 2009), beliau bercerita bahwa akan ada banyak hal yang dipelajari di Ilmu Komputer ini dan akan menguras waktu, tenaga, serta pikiran jika kita tidak berani untuk mencoba setiap waktunya. Karena tidak akan ada hal yang tetap yang akan kita pelajari. Pasti berubah – ubah sesuai tuntutan dosen yang akan kita kontrak nantinya.

Jadi bahasa pemrograman apa sajakah yang dipelajari selama ini di Ilmu Komputer ? Berikut adalah beberapa bahasa pemrograman yang digunakan di mata kuliah yang saya kontrak :

– HTML dan CSS, sebenarnya ini bukan bahasa pemrograman karena tidak ada algoritma di dalamnya. Tapi struktur kodenya membuat kita harus sedikit berimajinasi untuk mendapatkan tampilan web yang diinginkan oleh asisten praktikum mata kuliah Pengantar Teknologi Informasi. Waktu itu saya ditugaskan untuk membuat halaman biodata hanya menggunakan HTML dan CSS. Kemudian lebih dalamnya HTML dan CSS ini dipelajari di mata kuliah Desain Web dan waktu itu ditugaskan untuk membuat Komik Online. Selebihnya HTML dan CSS ini digunakan di mata kuliah Basis Data, Sistem Basis Data, dan Metodologi Berorientasi Objek karena tugas besar dari mata kuliah tersebut menuntut mahasiswa untuk membuat tampilan yang tidak hitam putih saja.

– Pascal, bahasa pemrograman yang pernah saya pelajari sewaktu SMP ini akhirnya dipelajari kembali di mata kuliah Algoritma dan Pemrograman 1 dan 2. Di Algoritma dan Pemrograman 1, saya belajar tentang variabel, tipe data, pengulangan, pemilihan kondisi, fungsi, dan prosedur. Kemudian di Algoritma dan Pemrograman 2, saya belajar tentang matriks, pointer, list, dan tree. Untuk bahasan list dan tree saya tidak mengerti 😀 karena berdasarkan info dari teman yang mengontrak kuliah yang sama namun dosennya berbeda, bahasan tersebut ada di struktur data. Mungkin saya kurang belajar hehe. Kemudian berkat kuliah tersebut, ketika semester pendek, saat saya mengontrak Aljabar Linier dan Matriks, saya dan kelompok ditugasi membuat Operasi Baris Elementer Matriks dengan bahasa pemrograman apapun yang sudah bisa. Dan saat itu yah kami pilih Pascal.

– Delphi, bahasa pemrograman ini merupakan pengembangan lanjut dari Pascal. Dengan adanya dukungan Object Oriented Programming (OOP), saya harus belajar sedikit tentang OOP itu sendiri. Delphi hadir di mata kuliah Pemrograman Visual. Dimana ketika mengembangkan aplikasi, kita hanya perlu drag and drop komponen yang diperlukan dan akan ditampilkan. Kemudian tampilannya disebut dengan graphical user interface (GUI). GUI ini berbeda dengan aplikasi command line biasa karena ada bentuk yang bisa disentuh (diklik, digeser, disorot) oleh user. Waktu itu saya dan kelompok ditugasi untuk membuat sebuah aplikasi dengan tema bebas. Kemudian kami pilih membuat sistem pengelolaan restoran. Karena masih pemula, kami membuat user interface yang tidak begitu bagus dan database yang dibangun pun belum sesuai (berhubung belum mengontrak basis data). Delphi yang digunakan pun bajakan, karena kewajiban jadi yah tetap diinstall hehe.

– PHP, bahasa pemrograman yang digunakan untuk membuat aplikasi web ini saya kenal terlebih dulu di mata kuliah Basis Data. Padahal yang dipelajari di Basis Data itu Desain Database, RDBMS MySQL, dan SQL dasar. Tapi PHP disini dijadikan pelengkap untuk membuat sistem yang akan digunakan untuk mengakses database yang kita rancang. Saya dan kelompok ditugasi untuk membuat sistem bimbingan skripsi, namun karena keterbatasan pengetahuan tugas ini tidak sepenuhnya beres. Kemudian PHP ini saya gunakan kembali di mata kuliah Data Warehouse and Mining untuk meretrieve informasi dari facebook. Jadi waktu itu saya mengambil informasi dari setiap teman dan mencari pola – pola tersembunyi mengenai identitas teman saya. Pendalaman lebih lanjut tentang PHP dipelajari di mata kuliah Pemrograman Internet. Saya mempelajari teknik – teknik yang belum pernah dipelajari sebelumnya secara otodidak. Dan di kuliah sistem pendukung keputusan saya gunakan PHP untuk membuat alat rekomendasi siapa artis yang paling cantik dengan metode AHP. Kemudian PHP ini digunakan pula saat Program Latihan Akademik di E-Learning UNPAD untuk membuat modul kuis di sistem MOOC yang dikembangkan E-Learning UNPAD.

Baca lebih lanjut

Cara Penggunaan VABEL UNPAD (Presentasi PLA)

Selasa, 21 Mei 2013, Saya dan Imam Fachmi N. membahas cara penggunaan VABEL UNPAD sebagai bentuk Presentasi PLA kami kepada Pembimbing Lapangan sekaligus Pencetus VABEL UNPAD, Taufik Sulaeman. Dalam video hangout ini dibahas beberapa point penting berikut :

  1. Pengelolaan Konten : cara upload konten offline (video,  mp3, pdf, jpg), cara submit dokumen online (slideshare, scribd, docstoc), cara submit dokumen online (youtube, vimeo, soundcloud, edit konten, konfigurasi topik konten, update informasi konten, hapus konten
  1. Pengelolaan Kuliah : membuka kuliah, konfigurasi silabus, konfigurasi fakultas kuliah, aktivasi kuliah
  2. Pengelolaan Kuis : upload kuis, upload konten kuis, menautkan konten kuis ke soal kuis, mengerjakan kuis, setting tipe kuis
  3. Pengelolaan Website : ganti tema, manajemen user, manajemen konten, kuliah, dan lain – lain

Lebih lengkapnya Anda bisa melihat presentasi kami di link berikut 😀

Workshop Praktek Latihan Akademik UPI – UNPAD Virtual Learning

Terima kasih atas perhatian

 

Aplikasi Ajax Sederhana (JQuery Version)

Selamat datang :D, artikel ini merupakan lanjutan dari Aplikasi AJAX Sederhana. Jadi kalau belum baca artikel tersebut, alangkah lebih baik teman – teman membaca artikel tersebut. Jika sudah pernah mengikuti artikel tersebut. Teman – teman bisa lanjut membaca artikel ini :D.

 

Sebenarnya aplikasi berbasis AJAX yang akan dijelaskan berikut tidak berbeda jauh cara kerjanya dengan aplikasi yang ada di artikel Aplikasi AJAX Sederhana. Hanya saja aplikasi yang kita akan buat ini hanya mengupdate bagian javascriptnya saja dengan JQuery. Kenapa menggunakan JQuery ? karena dengan JQuery kita bisa mengoptimalkan dan mengefisienkan kode javascript. Jika teman – teman pernah mencoba aplikasi ajax sebelumnya, kode javascript yang akan digunakan pada artikel ini akan jauh lebih sedikit dengan fungsional yang sama

Kode Sumber : index.php (Ajax diubah dengan menggunakan Ajax JQuery)

<html>
	<head>
		<title>Demo AJAX (JQuery)</title>
		<script type='text/javascript' src='jquery-1.4.4.js'></script>
		<script type='text/javascript'>
			$(document).ready(function(){

				$('#fakultas').load('select-fakultas.php'); // section - 1

				$('#hasil-ajax-tabel').load('select-biodata.php'); // section - 2

				$('#fakultas').change(function(){ // section - 3
					var fakultas_id = $('#fakultas').val();
					$.ajax({
						type:"GET",
						url:"select-prodi.php",
						data: "fakultas_id="+fakultas_id,
						success: function (data){
							$('#prodi').html(data);
						}
					});
				});

				$('#form-biodata').submit(function(){ // section - 4
					var name = $('#nama').val();
					var email = $('#email').val();
					var fakultas_id = $('#fakultas').val();
					var prodi_id = $('#prodi').val();
					$.ajax({
						type:"POST",
						url:"insert-biodata.php",
						data: "name="+name+"&email="+email+"&fakultas_id="+fakultas_id+"&prodi_id="+prodi_id,
						success: function (data){
							$('#hasil-ajax-tabel').load('select-biodata.php');
						}
					});

					return false;
				});
			});
		</script>
	</head>
	<body>
		<fieldset>
			<form id="form-biodata"/>
				Nama : <input id="nama" name="nama" type="text" value="" /> <br />
				Email : <input id="email" name="email" type="text" value="" /> <br />
				Fakultas : <br/>
				<select id="fakultas" name="fakultas">
				</select> <br /> <br />

				Prodi : <br />
				<select id="prodi" name="prodi">
				</select> <br /><br />
				<input type="submit"  value="Submit"/>
			</form>
		</fieldset>
		<fieldset>
			<div id="hasil-ajax-tabel">
			</div>
		</fieldset>
	</body>
</html>

Berikut adalah gambaran cara kerja dari kode javascript dan AJAX terbaru berbasis JQuery diatas :

  1. Section 1, bagian ini bekerja seperti function initFakultas() pada Aplikasi AJAX Sederhana versi sebelumnya dan dipanggil saat event onload
  2. Section 2, bagian ini bekerja seperti function initBiodata() pada Aplikasi AJAX Sederhana versi sebelumnya dan dipanggil saat event onload
  3. Section 3, bagian ini bekerja seperti function selectProdi() pada Aplikasi AJAX Sederhana versi sebelumnya dan dipanggil saat event onchange pada element fakultas
  4. Section 4, bagian ini bekerja seperti function submitFormAjax() pada Aplikasi AJAX Sederhana versi sebelumnya dan dipanggil saat event onsubmit pada form biodata

Aplikasi AJAX Sederhana

Selamat datang :D, kali ini saya akan membawa teman – teman pembaca untuk mempelajari dan membangun aplikasi sederhana dengan Asynchronous Javascript and XML (AJAX) dan Personal Homepage HyperText Preprocessor (PHP). Sebelumnya AJAX digunakan untuk meningkatkan performa aplikasi web yang dibuat. Kita tidak perlu meload halaman seutuhnya, cukup bagian – bagian tertentu saja yang akan kita tampilkan informasi sesuai request dari user. Aplikasi yang akan kita buat ini membutuhkan database engine MySQL dengan model – model data seperti berikut :

Kode Sumber : dbajax.sql


--
-- Database: `dbajax`
--

-- --------------------------------------------------------

--
-- Struktur dari tabel `biodata`
--

CREATE TABLE IF NOT EXISTS `biodata` (
  `id_biodata` int(11) NOT NULL AUTO_INCREMENT,
  `nama` varchar(60) NOT NULL,
  `email` varchar(60) NOT NULL,
  `fakultas` varchar(60) NOT NULL,
  `prodi` varchar(60) NOT NULL,
  PRIMARY KEY (`id_biodata`)
) ENGINE=InnoDB  DEFAULT CHARSET=latin1 AUTO_INCREMENT=8 ;

--
-- Dumping data untuk tabel `biodata`
--

INSERT INTO `biodata` (`id_biodata`, `nama`, `email`, `fakultas`, `prodi`) VALUES
(1, 'ridwan', 'ridwanbejo@gmail.com', '1', '3'),
(2, 'fajar', 'email', '2', '10'),
(3, 'hahah', 'hahaha', '2', '10'),
(4, 'septian', 'septian@gmail.com', '1', '8'),
(5, 'dadang', 'dadang@gmail.com', '1', '3'),
(6, 'afghan', 'afghan@gmail.com', '1', '5'),
(7, 'taufik', 'taufik@gmail.com', '2', '11');

-- --------------------------------------------------------

--
-- Struktur dari tabel `fakultas`
--

CREATE TABLE IF NOT EXISTS `fakultas` (
  `id_fakultas` int(11) NOT NULL AUTO_INCREMENT,
  `nama` varchar(200) NOT NULL,
  PRIMARY KEY (`id_fakultas`)
) ENGINE=InnoDB  DEFAULT CHARSET=latin1 AUTO_INCREMENT=3 ;

--
-- Dumping data untuk tabel `fakultas`
--

INSERT INTO `fakultas` (`id_fakultas`, `nama`) VALUES
(1, 'FPMIPA'),
(2, 'FPOK');

-- --------------------------------------------------------

--
-- Struktur dari tabel `prodi`
--

CREATE TABLE IF NOT EXISTS `prodi` (
  `id_prodi` int(11) NOT NULL AUTO_INCREMENT,
  `fakultas_id` int(11) NOT NULL,
  `nama` varchar(60) NOT NULL,
  PRIMARY KEY (`id_prodi`)
) ENGINE=InnoDB  DEFAULT CHARSET=latin1 AUTO_INCREMENT=12 ;

--
-- Dumping data untuk tabel `prodi`
--

INSERT INTO `prodi` (`id_prodi`, `fakultas_id`, `nama`) VALUES
(3, 1, 'Ilmu Komputer'),
(4, 1, 'Kimia'),
(5, 1, 'Matematika'),
(6, 1, 'Biologi'),
(7, 1, 'Fisika'),
(8, 1, 'Pendidikan Ilmu Komputer'),
(9, 2, 'PJKR'),
(10, 2, 'IKOR'),
(11, 2, 'PKO');

Pada model diatas database kita akan menampung data fakultas. Kemudian fakultas tersebut akan mempunyai prodi dan jurusan. Selanjutnya kita akan memasukkan biodata mahasiswa yang terdiri dari nama, email, fakultas, dan prodi. Kemudian pastikan teman – teman membuat database dbajax dan import file sql diatas kedalam dbajax.

Setelah kita mempunyai database yang akan digunakan untuk aplikasi kita, sekarang kita akan membuat file utama index.php yang didalamnya terdapat form untuk memasukkan biodata mahasiswa dan script ajax yang mengelola cara kerja aplikasi ajax sederhana yang akan kita bangun

Kode Sumber : index.php

<html>
	<head>
		<title>Demo AJAX</title>
		<script type='text/javascript'>

			function getXMLHttp() {
			  var XMLHttp = null;
			  if (window.XMLHttpRequest) {
				try {
				  XMLHttp = new XMLHttpRequest();
				} catch (e) { }
			  } else if (window.ActiveXObject) {
				try {
				  XMLHttp = new ActiveXObject("Msxml2.XMLHTTP");
				} catch (e) {
				  try {
					XMLHttp = new ActiveXObject(
					  "Microsoft.XMLHTTP");
				  } catch (e) { }
				}
			  }
			  return XMLHttp;
			}

			function submitFormAjax(){
				var XMLHttp = getXMLHttp();

				XMLHttp.open("POST", "insert-biodata.php");
				XMLHttp.setRequestHeader("Content-type", "application/x-www-form-urlencoded");

				XMLHttp.onreadystatechange = function () {
				  if (XMLHttp.readyState == 0){
					window.alert("AJAX is unitialized ..");
				  }
				  if (XMLHttp.readyState == 4) {
					document.getElementById("hasil-ajax-tabel").innerHTML =  XMLHttp.responseText;
				  }
				}
				var name = document.getElementById('nama').value;
				var email = document.getElementById('email').value;
				var fakultas = document.getElementById('fakultas').value;
				var prodi = document.getElementById('prodi').value;
				alert("name="+name+"&email="+email+"&fakultas="+fakultas+"&prodi="+prodi);
				XMLHttp.send("name="+name+"&email="+email+"&fakultas_id="+fakultas+"&prodi_id="+prodi);
			}

			function initFakultas(){
				var XMLHttp = getXMLHttp();

				XMLHttp.open("GET", "select-fakultas.php");

				XMLHttp.onreadystatechange = function () {
				  if (XMLHttp.readyState == 0){
					window.alert("AJAX is unitialized ..");
				  }
				  if (XMLHttp.readyState == 4) {
					document.getElementById("fakultas").innerHTML =  XMLHttp.responseText;
				  }
				}

				XMLHttp.send(null);
			}

			function selectProdi(){
				var fakultas_id = document.getElementById("fakultas").value;

				var XMLHttp = getXMLHttp();

				XMLHttp.open("GET", "select-prodi.php?fakultas_id="+fakultas_id);

				XMLHttp.onreadystatechange = function () {
				  if (XMLHttp.readyState == 0){
					window.alert("AJAX is unitialized ..");
				  }
				  if (XMLHttp.readyState == 4) {
					document.getElementById("prodi").innerHTML =  XMLHttp.responseText;
				  }
				}

				XMLHttp.send(null);
			}

			function initBiodata (){
				var XMLHttp = getXMLHttp();

				XMLHttp.open("GET", "select-biodata.php");

				XMLHttp.onreadystatechange = function () {
				  if (XMLHttp.readyState == 0){
					window.alert("AJAX is unitialized ..");
				  }
				  if (XMLHttp.readyState == 4) {
					document.getElementById("hasil-ajax-tabel").innerHTML =  XMLHttp.responseText;
				  }
				}

				XMLHttp.send(null);
			}
		</script>
	</head>
	<body onload="initFakultas();initBiodata()">
		<fieldset>
			<form method="POST" action='' onsubmit="submitFormAjax()"/>
				Nama : <input id="nama" name="nama" type="text" value="" /> <br />
				Email : <input id="email" name="email" type="text" value="" /> <br />
				Fakultas : <br/>
				<select id="fakultas" name="fakultas" onchange="selectProdi()">
				</select> <br /> <br />

				Prodi : <br />
				<select id="prodi" name="prodi">
				</select> <br /><br />
				<input type="submit" value="Submit"/>
			</form>
		</fieldset>
		<fieldset>
			<div id="hasil-ajax-tabel">
			</div>
		</fieldset>
	</body>
</html>

Kode index.php diatas terdiri dari beberapa bagian seperti berikut :

  1. function getXMLHttp(), function ini digunakan untuk membuat object AJAX. Function ini akan mendeteksi browser apakah internet explorer atau bukan. Jika internet explorer maka object AJAX akan dibuat dengan menggunakan ActiveXObject. Jika bukan internet explorer maka object AJAX akan dibuat dengan menggunakan XMLHttpRequest
  2. function submitFormAjax(), function ini digunakan untuk mensubmit data yang diisikan user dari form. Form ini mengirimkan data dengan AJAX menggunakan metode POST. Kemudian data – data tersebut akan diterima oleh file insert-biodata.php. Function ini akan dipanggil oleh form saat event onsubmit
  3. function initFakultas(), function ini digunakan untuk mengambil data dari tabel fakultas pada dbajax, dan hasil query tersebut akan diload ke combobox “fakultas” di form biodata. Data diambil dengan memanggil file select-fakultas.php. Function ini akan dipanggil oleh body saat event onload dengan menggunakan metode GET
  4. function selectProdi(), function ini digunakan untuk mengambil data dari tabel prodi dan data tersebut akan difilter berdasarkan fakultas dari prodi. Function ini akan dipanggil oleh combobx “fakultas” saat event onchange dengan menggunakan metode GET. Data hasil request akan diload ke combobox “Prodi”
  5. function initBiodata(), function ini digunakan untuk mengambil data dari biodata dan hasilnya akan diload ke div “hasil-ajax-tabel”. Function ini dpanggil oleh body saat event onload dengan menggunakan metode GET

File index.php diatas merupakan file utama yang akan menampilkan biodata dan menambah biodata. Tapi file diatas tidak akan berfungsi sebelum membuat file backend yang akan dibuat selanjutnya. File – file tersebut antara lain koneksi.php, select-fakultas.php, select-prodi.php, select-biodata.php, dan insert-biodata.php.

File koneksi.php ini merupakan file penting yang akan digunakan untuk mengakses database dbajax di MySQL kita. Konfigurasi pada file ini bisa disesuaikan dengan lingkungan database yang teman – teman miliki. File ini akan digunakan di select-fakultas.php, select-prodi.php, select-biodata.php, dan insert-biodata.php

Kode Sumber : koneksi.php

<?php

	// Mendeklarasikan variable untuk mengakses database engine
	// variable yang menyimpan nama host
	$host = "localhost";

	// variable yang menyimpan nama user
	$user = "root";

	// variable yang menyimpan password
	$password = "";

	// memilih database yang akan digunakan
	$db = "dbajax";

	// mengecek koneksi ke database engine
	mysql_connect("$host","$user","$password");

	// memilih database
	mysql_select_db("$db");
?>

File select-fakultas.php ini digunakan untuk mengambil data dari tabel fakultas pada database dbajax. File ini dipanggil oleh function initFakultas() di index.php :

Kode Sumber : select-fakultas.php

<?php
include "koneksi.php";

$query = "SELECT * FROM fakultas";
$result = mysql_query($query);
if (!$result) {
	die('Invalid query: ' . mysql_error());
	echo "Data cannot be displayed..";
}
else {
	while($row = mysql_fetch_array($result)){

	?>
		<option value='<?php echo $row['id_fakultas']; ?>'><?php echo $row['nama']?></option>

	<?php
	}
}

?>

File select-prodi.php ini digunakan untuk mengambil data dari tabel prodi pada database dbajax dan data prodi tersebut akan difilter berdasarkan fakultas. File ini dipanggil oleh function selectProdi() di index.php :

Kode Sumber : select-prodi.php

<?php
include "koneksi.php";

if (isset($_GET['fakultas_id'])){
	$fakultas_id=$_GET['fakultas_id'];

$query = "SELECT * FROM prodi where fakultas_id=".$fakultas_id;
$result = mysql_query($query);
if (!$result) {
	die('Invalid query: ' . mysql_error());
	echo "Data cannot be displayed..";
}
else {
	while($row = mysql_fetch_array($result)){

	?>
		<option value='<?php echo $row['id_prodi']; ?>'><?php echo $row['nama']?></option>

	<?php
	}
}

}
else {
	?>
		<option value='x'>Tidak ada data</option>
	<?php
}
?>

File insert-biodata.php ini digunakan untuk mengisi data dari form biodata ke tabel biodata pada database dbajax . File ini dipanggil oleh function submitFormAjax() di index.php :

Kode Sumber : insert-biodata.php

<?php

		$name = $_POST['name'];
		$email = $_POST['email'];
		$fakultas = $_POST['fakultas_id'];
		$prodi = $_POST['prodi_id'];

		include "koneksi.php";

		$query = "INSERT INTO biodata (nama, email, fakultas, prodi )VALUES('".$name."', '".$email."', ".$fakultas.", ".$prodi.")";
		$result = mysql_query($query);

		echo "Saving data is success...";

?>

File select-biodata.php ini digunakan untuk mengambil data dari form biodata dari tabel biodata pada database dbajax. File ini dipanggil oleh function initBiodata() di index.php :

Kode Sumber : select-biodata.php

<?php
	include "koneksi.php";

	$query = "SELECT b.nama, b.email, f.nama, p.nama FROM biodata as b, fakultas as f, prodi as p where b.fakultas = f.id_fakultas and b.prodi = p.id_prodi";
	$result = mysql_query($query);
	if (!$result) {
		die('Invalid query: ' . mysql_error());
		echo "Data cannot be displayed..";
	}
	else {

		echo "<h3>Data Successfully Retrieved..</h3>";

		while($row = mysql_fetch_array($result)){
		?>
			<?php echo $row[0];?> | <?php echo $row[1];?>  | <?php echo $row[2];?>  | <?php echo $row[3];?>  <br />
		<?php
		}
	}

?>

Demikian sharing tentang AJAX dan PHP dalam membuat Aplikasi AJAX Sederhana. Semoga bisa bermanfaat bagi teman – teman 😀 dalam mengembangkan aplikasi yang berbasis AJAX.

Ikuti juga artikel berikut :

[Tugas Seminar 2012] Analisis Sentimen Suatu Produk dari Tweet Konsumen dengan Menggunakan Metode Naive Bayes Classifier

Pada era masa kini kita sebagai umat manusia cyber memiliki berbagai akun media sosial seperti Facebook, Twitter, LinkedIn, Blog dan sosial media lainnya.Tiap hari orang – orang menuangkan ide dalam pikirannya untuk dibagikan dalam status facebook, ditulis di twitter, atau memberikan komentar pada tulisan orang lain baik di media sosial ataupun blog.Kemudian dalam waktu yang tidak lama sejak media sosial ini dibuat, data – data pun semakin banyak dan bertambah dengan tidak sistematis.Lalu apakah kita bisa melakukan suatu hal yang mempunyai value dan berguna dengan data – data tersebut ? Ambil contoh saja tweet di twitter.Setiap saat orang – orang membuat tweet, apapun jenis tweetnya.Terkadang dalam tweet seseorang itu terdapat tweet yang hanya terdiri dari satu kata yang maknanya sulit untuk diketahui.Atau tidak jarang pula seseorang membuat tweet sampah yang memang tidak ada artinya dalam referensi besar seperti KBBI jika kita mengambil tweet yang berbahasa Indonesia.Jadi kita mempunyai data berharga yang banyak tapi miskin pengetahuan dari data – data yang kita miliki saat ini.

Disinilah peran sebuah ilmu yang dinamakan data mining berperan.Data mining memberikan kita sebuah cara untuk mendapatkan informasi dari suatu dokumen, tidak hanya dengan menggunakan query biasa.Tapi ada pendekatan – pendekatan lain seperti Kecerdasan Buatan, Statistika, Natural Language Processing, dan disiplin ilmu lainnya, tergantung kita akan melakukan mining terhadap data apa.Sebagai contoh kita bisa melakukan data mining pada objek foto, data spatial, suara, text, dan pola penjualan pada sebuah toko.

Untuk penulisan jurnal ini.Penulis mengkaji salah satu bidang data mining yaitu text mining.Mengapa text mining ? Karena pada dasarnya text adalah sebuah kumpulan data yang sudah menjadi informasi tersendiri.Di dalam text terdapat makna – makna semantik seperti subjek, predikat, objek dan keterangan.Belum lagi jika text tersebut text yang tidak beraturan seperti tweet.Semua orang punya cara tweetnya sendiri, sehingga tidak jarang hal ini menyulitkan para analisis tweet untuk menemukan pola – pola umum dari tweet seseorang.Pada data mining kita sudah menemukan pola – pola baku yang sudah didapat terlebih dahulu dari proses – proses data mining standard.Sedangkan di text mining kita harus mempelajari analisis fakta, part of speech tagging, phrase chunking, deep parsing, named entity recognition, dan information extraction.

Lalu apa masalah yang akan penulis kaji ? Penulis ingin mencoba menganalisis sentimen seseorang terhadap suatu produk dari tweet orang tersebut.Twitter sendiri adalah sebuah online social networking service dan microblogging yang memperbolehkan pengguna untuk membaca posting (istilahnya adalah tweet) berupa text-based post dan pengguna boleh mengirimkan tweet sepanjang 140 karakter.Mengapa sentimen analisis ? Menurut Cambridge Advance Learner Dictionary, arti kata sentimen (sentiment) sendiri adalah cara pandang seseorang terhadap sesuatu.Cara pandang ini bisa negatif ataupun positif.Lalu dari sentimen itulah kita bisa menentukan sebuah kualitas produk di pasarannya sendiri.Kenapa memilih twitter ? Melihat dari pola pikir seseorang.Orang senang bergumam bila mereka sedang berpikir atau kesal.Sebelum twitter ada orang hanya bergumam dan tidak ada yang tahu tentang apa yang orang tersebut gumamkan.Sejak twitter ada, orang – orang yang membuat akun twitter, mulai migrasi tempat mereka bergumam.Yang pada awalnya hanya sesaat dia berucap, dipindahkan menjadi sebuah tweet.Orang – orang di masa kini, lebih senang mengungkapkan apa yang mereka pikirkan lewat social media ketimbang mengungkapkan langsung ke objek atau orang yang memang mempunyai keterkaitan dengan masalah orang – orang yang mempunyai akun twitter ini.Ambil contoh analisis sentimen seseorang terhadap suatu produk.Orang – orang lebih banyak melakukan tweet untuk memberikan saran dan kritik terhadap suatu produk daripada mereka harus bicara kepada customer service.Kebiasaan modern inilah yang penulis coba angkat menjadi sebuah tema penelitian yang akan penulis lakukan.Analisis sentimen sendiri bisa memberikan peluang besar terhadap perencanaan strategis pemasaran suatu produk sebelum produk tersebut dipasarkan atau dipasarkan ulang.Disini penulis ingin membedakan mana sentimen yang bersifat negatif dan mana sentimen yang bersifat positif.Jadi dari penelitian ini, penulis beranggapan jika penelitian ini sukses maka pemanfaatan data – data di social media akan menjadi lebih bermanfaat, baik untuk kalangan akademisi ataupun kalangan bisnis.

Untuk merealisasikan analisis yang akan penulis lakukan, penulis memilih Algoritma Klasifikasi Naive Bayes.Kenapa memilih naive bayes ? Karena Naive Bayes mempunyai karakteristik seperti menghitung kemungkinan eksplisit untuk sebuah hipotesis, menambah atau mengurangi tingkat kebenaran sebuah hipotesis dan bisa menggabungkan pengetahuan sebelumnya dengan data ujicoba, memprediksi banyak hipotesis sesuai beban probabilitas yang dihasilkan, dan terukur sebagai standard untuk metode – metode klasifikasi lainnya .Kekurangannya adalah asumsi independence antar atribut membuat akurasi berkurang (karena biasanya ada keterkaitan).

Jurnal dan proposal yang dibuat sekarang hanya bertujuan untuk memenuhi tugas seminar saja.Apabila ada kesalahan dalam pembuatan jurnal dan proposal yang memang harus memenuhi standard, mohon dimaklumi.

Berikut adalah link untuk mendownload jurnal yang saya coba susun :

[KLIK DISINI] untuk mendownload contoh jurnal yang saya susun

Aplikasi North West Corner Berbasis Python

Sebelum mengenal lebih jauh mengenai North West Corner alangkah baiknya untuk
mengetahui apa itu Metode Transportasi. Metode Transportasi merupakan salah satu metode di
dalam Teknik Riset Operasi (TRO) yang digunakan untuk mendistribusikan logistic dengan
biaya seefisien mungkin. Untuk memahami maksudnya misal, ada sebuah perusahaan
mempunyai 3 buah pabrik yang memproduksi produk yang sama dan 3 pasar untuk menjual
produk – produk tersebut, produk yang dihasilkan oleh ketiga pabrik itu kemudian dikirimkan ke
3 pasar berdasarkan permintaan dari pasar. Pastinya perusahaan tersebut menginginkan biaya
serendah mungkin untuk mendistribusikan produk – produk tersebut, oleh karenanya kita harus
memperhitungkan biaya transportasi produk dan mendistribusikan produk dengan perhitungan
yang efisien.
Di dalam Metode Transportasi juga terdapat 3 cara untuk mencari biaya dengan seefisien mungkin, yaitu :
1. North West Corner,
2. Least Cost,
3. Vogel.
Yang akan kita gunakan dalam kesempatan kali ini adalah North West Corner (NWC).
Mengapa NWC? Karena NWC mudah untuk diimplementasikan. Tetapi kemudahan itu juga
dibarengi dengan setiap hasil yang dikeluarkan dengan menggunakan NWC tidak selamanya
selalu optimal.
Cara penghitungan biaya transportasi biaya transportasi dengan namanya dimulai dari sisi
kiri atas (Barat Laut dalam peta), kemudian bergerak ke kiri atau ke bawah sesuai dengan
kapasitas produksi pabrik atau permintaan pasar.

Aplikasi ini dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman Python.Karena Python mempermudah user untuk membuat operasi matriks.Selain itu banyak sekali shortcut yang dipakai untuk membuat aplikasi ini.Untuk lebih jelasnya lihat video berikut yang berisi cara memakai aplikasi north west corner ini :

Aplikasi North West Corner Berbasis Python